Tips Jitu Perawatan Murai Pastol Agar Gacor

Tips Jitu Perawatan Murai Pastol Agar Gacor
Selamat datang diwebsite kami para pecinta kicau nusantara - Tentunya sobatku sudah banyak yang tau ya tentang burung yang satu ini yaitu tentang suara merdu kicaunya karena itu kami akan membagikan tips jitu nih untuk sobat kicau, yuk langsung saja kita simak dibawah ini.
Burung Murai Batu - Memiliki burung yang dijadikan petarung menjadi pilihan hobi bagi sebagian orang. Akan tetapi, ada pula yang hanya menikmati keindahan bulu dan kicauan suaranya saja. Semua itu bergantung pada sang pemilik murai.
Ada beberapa jenis burung murai batu yang ada di berbagai negara. Akan tetapi, burung murai batu asal Indonesia memiliki ciri khasnya tersendiri yang berbeda dengan murai asal negara lain seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Kucica Hutan (white rumped shama) atau murai batu termasuk ke dalam famili Muscicapidae atau burung cacing. Di Indonesia sendiri, burung ini ada dan tersebar di hampir setiap pulau. Tak heran, perawatan burung ini juga relatif mudah seperti burung peliharaan lainnya.
Mengapa Disebut Murai Batu Pastol
Sebelum membahas bagaimana perawatan murai pastol agar fighter, kita cari tahu terlebih dahulu kenapa disebut murai pastol?
Pastol sendiri merupakan singkatan dari lepas trotol, yaitu saat berada di umur sekitar 7-8 bulan. Ini karena rata-rata mutasi normal mural terjadi dari jatuh bulu pertama sampai dorong ekor di sekitar umur 6 bulan.
Perawatan Murai Pastol Agar Fighter
1. Penjemuran
Sinar matahari pagi sangat bagus untuk tubuh manusia, begitu pun pada murai pastol. Coba ikuti perawatan murai pastol agar fighter yang pertama ini.
Jemur murai di bawah sinar matahari pagi sekitar jam tujuh sampai jam sepuluh. Untuk waktu penjemuran, cukup dengan setengah jam saja sudah cukup. Jika kamu ingin lebih lama, usahakan jangan melebihi 3 jam.
Selain di pagi hari, kamu bisa angin-anginkan burung murai di halaman rumah pada sore hari. Hal ini tak kalah bagusnya dengan manfaat menjemur di pagi hari. Lakukan hal ini setiap hari agar murai mu bisa lebih tahan terhadap penyakit.
2. Pengembunan
Selain penjemuran, murai juga disarankan untuk diembunkan. Ini bertujuan untuk mendapatkan oksigen yang cukup agar bisa berkicau dengan bagus.
Caranya, angin-anginkan murai pastol di tempat terbuka sekitar setengah jam di pagi hari sebelum jam 5 saat udaranya masih sejuk.
3. Rutin memandikan
Murai batu pastol harus terus diperhatikan kebersihannya. Mandikan setiap hari di pagi atau sore hari.
Sedikit tips, sebaiknya murai dimandikan menggunakan bak mandi. Jangan dibiasakan dengan menggunakan cepuk yang ada di dalam sangkar.
4. Memberi extra food
Salah satu yang bisa mendukung performa murai fightermu adalah makanan yang diberikan. Usahakan beri makanan tambahan pada murai agar perawatan murai pastol agar fighter bisa lebih maksimal. Di pagi dan sore hari, berikan makanan tambahan berupa kroto dan jangkrik. Lakukan hal ini rutin setiap hari.
Untuk satu minggu sekali, berikan makanan tambahan berupa voer rendah kalori yang mengandung nutrisi baik untuk burung. Berikan pula ulat hongkong seminggu sekali terutama di musim hujan.
5. Memberi vitamin
Perawatan murai pastol agar fighter selanjutnya adalah dengan memberikan vitamin. Vitamin ini dapat menjadikan murai lebih agresif karena turut berperan dalam meningkatkan stamina murai.
Variasikan vitamin atau suplemen ke dalam menu pakan burung murai jagoanmu secara rutin. Ini akan menjaga daya tahan tubuh burung agar tidak mudah terserang penyakit.
6. Olahraga
Sama seperti manusia, burung murai juga disarankan untuk rutin berolahraga. Olahraga ini akan memberikan efek kelincahan pada burung saat nantinya bertarung.
Cara berolahraganya cukup mudah. Kamu perlu menyiapkan kandang umbaran yang cukup luas. Masukkan burung murai pastol ke dalamnya dua kali seminggu. Hal ini bertujuan untuk melatih kekuatan napasnya.
7. Melatih kicauan burung
Perawatan murai pastol agar fighter juga dilakukan dengan melatih kicauannya. Caranya cukup sederhana. Kamu perlu menyiapkan sangkar dengan kain kerodongnya.
Letakkan murai dalam kendang bersama dengan burung murai lainnya. Lalu, tutup dengan kerodong. Kamu bisa berikan celah dengan membuka sedikit kain.
Biarkan beberapa saat sampai murai mengeluarkan trek. Setelah itu, tutup kerodong dan biarkan murai berkicau selama beberapa menit dan buka kembali selama beberapa detik. Lakukan hal yang sama berulang-ulang.
Jika sudah, buka kerodong dan tempatkan murai dalam ruangan yang sepi. Dijamin, kicauan muraimu akan semakin merdu. Baiklah sudah cukup sampai disini dulu ya sobatku dan jangan lupa untuk kembali lagi ya.
Komentar
Posting Komentar